32.507 KARTU TANI TELAH DIBAGIKAN

Sabtu, 14 Januari 2017 | 14:10:37

Sebanyak 32.507 petani, menerima kartu tani pada kegiatan launching kartu tani, di Pendopo Kabupaten Purworejo hari ini Kamis (12/1). Kegiatan launching itu juga dilakukan serentak di sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pelaksanaan launching di kabupaten Purworejo dilakukan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM yang didampingi Wakil Bupati Yuli Hastuti SH dan FKPD.

Seperti disampaikan Bupati, untuk Kabupaten Purworejo dari alokasi 81 ribu Kartu Tani, sudah sekitar 32 ribu Kartu Tani yang telah siap didistribusikan. Secara umum, Kartu Tani merupakan alat untuk membantu petani dalam menjalankan kegiatannya, seperti untuk mendapatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), penyediaan pupuk, hingga pengumpulan hasil panen. Selain itu Kartu Tani juga dapat digunakan dalam proses pengumpulan data pertanian.

Menurutnya, data yang dikumpulkan dapat digunakan oleh pemerintah untuk penyelarasan informasi baik bibit, jumlah produksi saat panen serta penyerapan oleh Bulog. Selain itu, perbankan akan memberikan kredit kepada petani yang memiliki Kartu Tani untuk melakukan penanaman bibit dan secara bersamaan mendapatkan data waktu panen dan kebutuhan gudang agar dapat diserap oleh Bulog.

“Dengan kartu tani yang terintegrasi secara online dan pergerakannya bisa diketahui secara 'real time', maka pemerintah akan dapat memantau hasil produksi petani serta distribusi pupuk serta bibit. Sehingga berbagai persoalan seperti kelangkaan pupuk yang selama ini sering dihadapi petani, diharapkan bisa diantisipasi dan diatasi,” ujarnya.

Bupati berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan simbolis berupa pemberian kartu kepada petani. Namun instansi terkait dan BRI juga dituntut kerja kerasnya untuk merubah mindset para petani agar dapat diajak ke arah modernisasi pertanian. Sebab apabila tidak ada pendampingan dan penyuluhan yang sungguh-sungguh, program yang diharapkan dapat mendorong swasembada pangan ini akan menjadi sia-sia

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Din PPKP) Drs. Said Romadhon melaporkan, jumlah petani sebanyak 81.576 orang, yang telah dibuatkan kartu rekening dan kartu tani sebanyak 32.507 petani. Sedangkan yang masih dalam proses 49.069 petani. Tujuan kartu tani ini, sebagai upaya trwujudnya pendidtribusian dan epngawasan pupuk bersubsidi kepada petani yang berhak menerima. Juga sesuai dengan asas 6 tepat yakni jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu dan harga. “Tentu kartu tani ini, juga untuk memperbaharui data base petani dilapangan dapat terstruktur dan otentik. Serta memberikan pelayanan antara lain pembelian pupuk subsidi sesuai lokasi dan asas 6 tepat, harga sesuai HET, upaya modernisasi petani dan ketersediaan pupuk terjamin,” jelasnya.

Secara terpisah Penyuluh Pertanian Madya Hartoyo SP mengungkapkan, kartu tani yang belum dicetak sebanyak 49 ribu lebih, ditargetkan selesai 31 Maret mendatang. Sehingga pada awal April kartu tani sudah dapat digunakan. “Adanya kartu ini, transaksi pupuk supaya tidak terjadi penyelewengan, sehingga bisa lebih terarah,” katanya.

Dalam launching tersebut juga dihadirkan, 100 orang dari perwakilan kelompok tani, Komisi pengentasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Pengecer, koordinator penyuluh kecamatan, dan distributor.