APEL SIAGA BENCANA KABUPATEN PURWOREJO

Senin, 31 Oktober 2016 | 12:30:14

Purworejo,(sorotpurworejo,com)--Masuki musim penghujan tahun 2016/2017 di wilayah Kabupaten Purworejo, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, Damkar, serta Satpol PP Purworejo, menggelar apel siaga bencana Purworejo tahun 2016/2017, di Alun-alun Purworejo, Senin (31/10/2016).

Apel siaga bencana dengan mengambil tema Gerak Terpadu, Antara Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha Menuju Ketangguhan Kabupaten Purworejo Dalam Menghadapi Bencana dipimpin langsung oleh Bupati Purworejo, dan dihadiri oleh Kapolres, Dandim 0708/Purworejo, dan dan sejumlah pejabat Purworejo.

"Kita semua menyadari bahwa bencana alam memang tidak dapat ditolak. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana upaya kita semua untuk dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana tersebut atau yang biasa disebut dengan mitigasi bencana," kata Bupati Purworejo, Agus Bastian, dalam sambutanya, didepan peserta apel.

Atas dasar itu, bupati meminta hendaknya pihak-pihak terkait dapat memberikan berbagai informasi kepada masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan bencana. Sehingga masyarakat akan memahami apa-apa yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

"Apalagi Stasiun Klimatologi Semarang telah memperkirakan bahwa awal musim hujan 2016/2017 di Jawa Tengah, akan datang lebih cepat dibanding biasanya. Puncaknya diperkirakan akan teriadi pada bulan Januari-Februari 2017, dengan potensi hujan lebat mencapai lebih dari 50 milimeter per hari," lanjutnya.

Menurut bupati, wilayah Kabupaten Purworejo apabila ditinjau dari aspek geografis memiliki potensi terjadi bencana alam yang cukup tinggi, terutama tanah longsor, banjir, angin puting beliung dan tsunami. "Meskipun bencana tersebut tidak kita harapkan, namun kita harus terus dan tetap siap siaga dan selalu waspada apabila sewaktu-waktu hal itu teriadi," ujarnya.

Bupati menegaskan,  bahwa penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas Pemerintah Daerah, TNI, Polri, SAR maupun instansi terkait semata, namun semua harus menyadari bahwa tanggap bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab bersama selaku masyarakat Kabupaten Purworejo. "Kita tidak boleh lengah dengan kondisi ini, sekalipun berada pada kondisi aman, namun perlu mengantisipasi melalui penyusunan rencana penanggulangan bencana yang baik (good disaster management plan) sebagai bentuk upaya pencegahan dan mitigasi bencana," pintanya.

Untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi, dengan kegiatan apel ini, tim terpadu untuk senantiasa melakukan pengaktifan pos-pos siaga bencana dengan segenap unsur pendukungnya, pelatihan atau simulasi siaga bagi setiap sektor serta penyiapan sarana lainnya. "Penanganan bencana yang tepat diharapkan dapat menimimalkan jumlah korban baik jiwa maupun material Apabila perencanaan
penanganan bencana telah tersusun dengan baik maka tindakan operasional pada saat terjadinya
bencana dapat dilaksanakan dengan segera, mengingat segala sesuatunya telah dipersiapkan antisipasinya," jelasnya.

Bupati juga menilai, sarana kebutuhan untuk penanganan bencana di Purworejo, dianggap sudah cukup memadahi, seperti ketersiadaan perahu karet, bahan logistik, kendaraan evakuasi, ambulan, avakator, dan lainya. "Hanya nanti untuk perlu menambahi, untuk daerah-daerah disetiap kecamatan, atau desa yang rawan bencana, agar ditambahi sarana prasara penanganan bencana," katanya.