BNI MENANDATANGANI MOU UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI DAERAH

Sabtu, 21 Mei 2016 | 13:05:23

Sebagai upaya dalam pemberdayaan ekonomi daerah Pemerintah Kabupaten Purworejo melakukan kerjasama yang dituangkan dalam kesepakatan bersama. Penandatanganan nota kesepakatan bersama dilakukan antara Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dan Pemimpin Kantor cabang utama Magelang PT BNI Persero Agus Alfiansyah, di Pendopo Kabupaten Purworejo pada Kamis (19/2). Disamping MoU, BNI juga menyerahkan bantuan CSR bencana alam sebesar Rp. 115.720.000. Hadir pula Sekda Purworejo, Asisten Sekda, sejumlah pejabat BNI, dan dinas instansi terkait.

Bupati menyambut baik dilaksanakannya kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Magelang. Mudah-mudahan kerjasama ini benar-benar bisa mendukung pelaksanaan pemberdayaan perekonomian daerah di Kabupaten Purworejo, melalui pemanfaatan produk dan jasa perbankan. “Saya juga menyampaikan terimakasih atas diserahkannya bantuan CSR dan tentu bantuan tersebut akan sangat membantu Saudara-saudara kita yang beberapa waktu lalu tertimpa musibah bencana alam,” tuturnya.

Dikatakan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, peningkatan kesejahteraan masyarakat suatu daerah merupakan salah satu sasaran yang ingin diwujudkan dalam era otonomi daerah saat ini. Demikian pula dengan Kabupaten Purworejo  yang terdiri 16 Kecamatan dan terbagi menjadi  494 Desa/Kelurahan, peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan sasaran  utama  dari serangkaian  upaya  pembangunan  ekonomi daerah.   Pembangunan ekonomi  merupakan suatu proses yang cukup panjang, sehingga perlu disadari bahwa hasil dari proses mewujudkan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat  bukanlah upaya yang mudah dan dapat  segera dinikmati hasilnya. Diperlukan upaya yang  bertahap, sistematis, konsisten dan  berkesinambungan  serta  memerlukan kerja keras dari para pihak yang terlibat dalam melaksanakan program pembangunan ekonomi daerah.

“Saya melihat ada banyak hal positif yang bisa diperoleh melalui kerjasama dengan perbankan dan pemanfaatan teknologi informasi seperti yang akan kita laksanakan ini. Misalnya dalam pengelolaan dana desa dan BUMDes melalui kemitraan layanan keuangan tanpa kantor, dimana semua transaksi keuangan masyarakat dan keuangan desa dapat dilayani melalui agen, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke bank untuk melakukan transaksi keuangan. Selain itu juga dalam hal pembayaran pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan pajak lainnya yang dapat dilakukan melalui agen bank,” ujarnya.

Kerjasama ini lanjut Bupati, nantinya diharapkan juga dapat mengakselerasi upaya-upaya untuk meningkatkan iklim investasi dan daya saing usaha di daerah, yang didukung oleh sistem pembayaran yang andal dan efisien. Hal ini penting, karena pertumbuhan investasi di daerah sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari regulasi, birokrasi perizinan, kemudahan akses informasi, termasuk kemudahan pembayaran berbagai biaya atau pajak yang telah ditentukan.

Sementara itu Agus Alfiansyah mengatakan, kesepakatan bersama ini merupakan kegiatan yang mendukung pelaksanaan pemberdayaan perekonomian daerah melalui fasilitas E-Commerce, penyediaan dan pemanfaatan produk maupun jasa perbankan, serta mendukung pendirian dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa. “Nantinya ruang lingkup kesepakatan bersama ini akan diatur lebih lanjut dalam perjanjian kerjasama tersendiri dengan menunjuk dan mneugaskan masing-masing unit kerjanya,” jelasnya.