BUPATI PURWOREJO AKAN TINJAU LIMA HARI KERJA

Rabu, 13 April 2016 | 13:51:50

Bupati Purworejo saat ditanya perihal isu yang berkembang dikalangan PNS, terkait penghapusan lima hari kerja dan kembali ke enam hari kerja mengatakan, akan mengkaji kembali kebijakan lima hari kerja. Pihaknya akan melihat sejauh apa efektifitas dari lima hari kerja dan enam hari kerja. “Saya kira belum, nanti akan kita kaji lagi. Itukan soal selera, kita gak mau ganti pejabat, ganti kebijakan, saya tidak ingin seperti itu. Saya akan melihat sejauh apa efektifitas dari lima hari kerja dan enam hari kerja,” terangnya sesaat setelah selesai meninjau kinerja enam SKPD, di Kantor Dinas Bupati Purworejo, Senin (11/4).

Menurutnya, baik lima hari kerja maupun enam hari kerja tidak ada masalah. Yang perlu diperhatikan adalah soal mental, apabila mental pegawai memang mental pekerja, tentunya akan memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugasnya. “Sebetulnya ini soal mental, lima hari kerjapun tidak masalah, kalau mentalnya memang mental pekerja dan komitmen tehadap tugasnya, saya kira gak ada masalah. Mau lima hari kerja atau enam hari kerja sama saja,” tandasnya.

Menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat Musrenbangwil beberapa waktu yang lalu, perihal Pemkab Purworejo belum  memanfaatkan media sosial seperti twitter untuk menyerap aspirasi masyarakat, Bupati mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu suka menggunakan media twitter atau facebook, tetapi akan menggunakan sms dan Whats App (WA).

“Saya ini tidak hoby twitter, saya takutnya kalau saya buka twiter, trus saya gak ngomong kan malah akan menyakitkan orang. Saya butuhnya dengan masyarakat itu ada terjalin komunikasi. Saya butuhnya agar masyarakat disetiap kegiatannya sehari-hari, jika ada masalah bisa ngomong dengan Bupatinya. Dengan WA supaya mereka bisa mengirim gambar, ada jalan rusak, gedung rusak, gambarnya bisa dikirim. Siapa saja, tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga birokrasi seperti dinas juga bisa,” katanya.

Pihaknya dalam waktu dekat akan melaunching nomor HP kepada masyarakat, yang akan diberi nama Halo AB (Halo Agus Bastian). Menurutnya, dengan menggunakan nomor tersebut, semua kalangan masyarakat dapat menghubunginya secara langsung, baik dengan mengirim sms ataupun juga dengan telepon. “Saya memang  tidak akan sama dengan yang lainnya dengan membuka twiter atau facebook atau media yang lainnya. Paling gampang kan sms. Kalau sms orang didesa dengan hp yang biasa yang hargnya 150 ribu saja bisa sms saya. Pokoknya semua kalangan. Kalau pakai twiter, trus saya kebanyakan main twiter, nanti saya gak bekerja,” ujarnya.

Ia juga menghimbau, baik kepada seluruh warga masyarakat maupun birokrasi, agar tidak perlu takut untuk memberikan informasi. “Saya menghimbau seluruh warga masyarakat, birokrasi, siapa saja, gak usah takut untuk memberikan informasi kepada Bupati, bukan laporan ya. Siapa tahu dapat menyelesaikan masalah tersebut. Karena kita dalam membuat kebijakan harus ada dasarnya,” imbaunya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh stakholder Kabupaten Purworejo untuk bersama-sama membangun kota Purworejo, agak kota Purworejo lebih dikenal dimata masyarakat dan dimata dunia. Ia ingin bekerja membangun Purworejo dengan sebaik-baiknya dan transparan. “Saya ingin lima tahun kedepan rasanya seperti dua puluh tahun. Jadi tidak perlu ngomong dua kali. Pokoknya lima tahun terasa dua puluh lima tahun,” tandasnya.