BUPATI PURWOREJO JAJAKI KERJA SAMA DENGAN LUAR NEGERI

Rabu, 9 Agustus 2017 | 12:03:32

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM tak henti berupaya merintis kerjasama dengan mancanegara. Setelah bertemu dengan Duta Besar Kroasia dan Hungaria beberapa waktu lalu, kini giliran Australia yang menjadi sasarannya, melalui pertemuan dengan Komisioner Perdagangan Senior di Kedutaan Besar Australia, Sally-Ann Watts di Yogyakarta, Kamis malam (4/8).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Sekda Drs Said Romadhon, Asisten I Sekda Drs Murwanto, Asisten II Sekda Gandi Budi Supriyanto SSos, Kepala Dinas PMPTSP Widyo Prayitno SH serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Agung Wibowo AP.

Kabag Humas dan Protokol Agung Wibowo mengatakan, pertemuan tersebut membahas beberapa hal terkait investasi dan kerjasama ekonomi kedua pihak. Dalam pertemuan, bupati menyampaikan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Purworejo. Antara lain gula kristal, virgin coconut oil  (VCO), kelapa, kopi dan potensi pariwisata.

Diungkapkan bahwa sebelumnya pihak Australia merasa asing dan tidak mengetahui dimana letak Purworejo. "Setelah dijelaskan letaknya dekat Yogyakarta, juga dekat dengan calon bandara internasional yang baru, Bu Sally ini jadi tertarik. Mereka menilai Purworejo layak investasi," ungkapnya.

Ketertarikan Australia antara lain karena jarak Purworejo dinilai lebih dekat ke bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) dibandingkan Yogyakarta. Sehingga baya operasionaldapat ditekan apabila berinvestasi dekat dengan pusat transportasi.

Untuk itu,  Komisi Perdagangan Australia berencana melakukan penjajagan terhadap potensi perekonomian Kabupaten Purworejo. “Kami berharap pertemuan ditindaklanjuti dengan kerjasama ekonomi yang lebih kongkrit antara kedua belah pihak,” katanya.

Menurutnya, pihak Australia akan memberikan sejumlah syarat apabila ada tindak lanjut kerjasama. Pemkab sendiri mulai mempersiapkan berbagai terobosan untuk kemudahan investasi, diantaranya merevisi Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Agung menambahkan, nantinya diharapkan ada kerjasama antarpemerintah atau G to G, dan juga kesepakatan antar pengusaha. “Sehingga kami bisa mengekspor produk ke Australia, dan Negeri Kanguru bisa investasi di Purworejo," ujarnya