BUPATI PURWOREJO YANG BARU DILANTIK OLEH GUBERNUR JAWA TENGAH

Kamis, 18 Februari 2016 | 12:24:51

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo melantik Agus Bastian SE MM dan Yuli Hastuti SH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purworejo, di lapangan Simpang Lima Semarang, Rabu (17/2). Pelantikan juga dilakukan kepada 17 kepala daerah di Jawa Tengah, yang merupakan hasil pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu.

Sebelum pelantikan, bupati dan wakil bupati serta walikota transit di gedung DPRD Provinsi Jateng, dan secara bersama-sama yang akan dilantik melakukan konvoi. Arak-arakan beriringan meggunakan armada bus yang telah disediakan Pemprov Jateng menuju lokasi pelantikan yang berjarak kurang lebih 300 meter.

Prosesi pelantikan didahului dengan pengambilan sumpah jabatan bupati dan walikota yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dilanjutkan dengan penandatangan pakta integritas dan penyerahan petikan putusan Menteri Dalam Negeri.
Selesainya pelantikan bupati dan walikota dilanjutkan pelantikan istri para bupati dan istri walikota sebagai ketua Tim Penggerak PKK.

Gubernur menegaskan, sumpah jabatan yang diambil Bupati atau Wali Kota mengandung tanggungjawab terhadap rakyat dan Tuhan Yang Maha Esa. "Sumpah atau janji yang diucapkan mengandung tanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat. Sumpah ini untuk disadari disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa," tandas Ganjar.

Ia juga memberikan 17 pekerjaan rumah (PR) yang jadi sorotan karena tak kunjung terselesaikan. Daftar persoalan itu antara lain, kemiskinan, ketangguhan bencana, wabah demam berdarah, penambangan (galian c) ilegal, Kematian Ibu Hamil dan Anak (KIA), bencana rob banjir longsor, aliran sesat, pelayanan publik dan narkoba.

Soal kemiskinan, Ganjar menyebut masih ada 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang masih berada di garis merah kemiskinan. "PR kita masih banyak, kemiskinan masih sangat tinggi. Harus ada tindakan afermatif. Dari kemiskinan itulah ada upaya yang luar biasa. Tidak hanya pusat saja, propinsi saja," tegas Ganjar.

Khusus untuk ibu-bu PKK, Gubernur mengingatkan adanya ancaman DBD, Zika, angka kematian ibu hamil tinggi. “Selain itu juga ancaman narkoba, ancaman ideologi minggat ra ngerti parane," katanya.