IBU YULI HASTUTI SH, WAKIL BUPATI PURWOREJO TERPILIH SEBAGAI KETUA PMI PURWOREJO

Sabtu, 14 Mei 2016 | 14:05:39

Pengurus PMI Kabupaten Purworejo periode 2016-2021 diisi wajah-wajah baru seperti terpilihnya sebagai Ketua Yuli Hastuti SH, Dewan kehormatan PMI dipercayakan kepada Drs.Bambang Aryawan MM, Angko Setyarso Widodo, Yopi Prabowo SH, dr.Sarosa, Harianto Riyadi. Sedangkan sebagai wakil ketua Drs. Bambang Susilo dan Drg.Ernawan Wahyu Cahyowinardi MM, yang akan dibantu sekretaris Dra.Indriyati Agung Rahayu MPd, bendahara Drs.Wasilin Spt MSc, dan juga 6 orang anggota yakni Andang Nugerahatara Sutrisno SSTP MSi, Dr.Sri Nuryanti, Ir.Budi Hartoyo, Tugiman Ekowijoyo, Drs.MGs Sukusyanto MM, dan Sigit Joko Purnomo S.IP MSi. Sejumlah 11 orang pengurus dan 5 orang Dewan Kehormatan tersebut dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah dr.H.Imam Triyadi MPH, di Gedung Wanita pada Jum’at (13/5). Hadir pula Bupati bersama FKPD, PMI Kabupaten Kota se eks Karesidenan Kedu, dan Dinas instansi terkait.

Dalam sambutannya Imam Triyadi mengatakan, ada perubahan yang cukup siknifikan dari 11 pengurus, yakni 8 diantaranya wajah-wajah baru. Tentunya diharapkan akan menjadi semangat yang baru pula PMI kedepan, untuk dapat mengabdikan diri dan menjadi kebanggaan masyarakat Purworejo, melalui kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Rencana kerja lima tahun. mohon untuk bisa dipedomani. Apalagi se Jawa Tengah tercatat  PMI kabupaten kota jumlahnya mencapai 34. “Masing-masing PMI kabupaten kota agar bersaing dan berlomba-lomba untuk memberikan sesuatu di bidang social yang bermanfaat untuk masyarakat. Jadikanlah PMI untuk mengabdikan jiwa kemanusiaan,” harapnya.

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM mengucapkan selamat kepada pengurus baru, teriring harapan, semoga kepengurusan baru dibawah kepemimpinan Ibu Yuli Hastuti SH, mampu mengokohkan eksistensi PMI Kabupaten Purworejo di masa-masa mendatang. Sedangkan kepada kepengurusan lama, saya sampaikan terimakasih atas kerja keras dan dedikasinya bagi kemanusiaan. Terkait penggantian pengurus dalam suatu organisasi merupakan suatu hal yang wajar. Demikian pula bagi Palang Merah Indonesia Kabupaten Purworejo, dimana penggantian pengurus merupakan mekanisme lima tahunan yang harus ditaati sesuai ketentuan anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.

Dikatakan Bupati,  PMI merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan yang tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku maupun agama. Organisasi ini murni sebagai organisasi kemanusiaan yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan kemanusiaan, bukan untuk mencari profit atau keuntungan. “Saya sangat mengapresiasi kiprah PMI Purworejo yang telah membawa kemaslahatan bagi orang banyak. Hampir dalam setiap kejadian bencana, PMI Purworejo selalu mengirimkan tenaga relawannya untuk ikut membantu memberikan  pertolongan.

Menurutnya, tugas-tugas PMI dalam kebencanaan saat ini memang tidak lagi seberat masa lalu, dengan adanya lembaga pemerintah yakni Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sehingga saya berharap agar dalam menjalankan tugasnya di bidang kebencanaan, PMI selalu berkoordinasi dengan BPBD. Namun ada peran PMI yang hingga saat ini tidak tergantikan oleh lembaga lainnya, yakni dalam hal persediaan darah.

Sementara itu Ketua PMI Purworejo Yuli Hastuti SH mengatakan,  PMI menghadapi tantangan yang semakin meningkat serta semakin kompleks penanganannya, meskipun PMI merupakan Organisasai sukarela yang tidak mencari keuntungan, tetapi kita terus dituntut untuk meningkatkan kwalitas pelayanan. Asset dan modal terbesar yang dimiliki oleh PMI, jika kita benar – benar berada di hati masyarakat dalam semua tataran, dan hal itu bisa dicapai jika masyarakat secara nyata menganggap, bahwa PMI memang diharapkan kehadirannya.

Untuk itu lanjut Yuli Hastuti,  PMI tidak bekerja sendiri tetapi harus bahu-membahu dengan semangat gotong royong bersama pemangku kepentingan lain yang benar – benar mempunyai kesadaran tentang aksi sosial dan kemanusiaan secara nyata. Pemangku kepentingan ini tidak hanya terbatas pada pemerintahan tetapi benar – benar harus diperluas mencakup dunia usaha, tokoh masyarakat, media massa, serta berbagai kalangan yang mempunyai kepedulian dengan semangat bersama untuk kemanusiaan.

Berbagai kegiatan untuk menolong masyarakat yang rentan telah PMI laksanakan, sepertipenanganan bencana, bantuan sosial, penyediaan air bersih serta, upaya – upaya mengurangi resiko karena bencana alam, diseminasi tentang pencegahan berbagi penyakit berbahaya termasuk HIV dan AIDS, melalui kegiatan transfusi darah. “Kegiatan semacam ini sekaligus pula akan memberi dampak yang positif bagi penguatan organisasi termasuk pemanfaatan relawan dalam arti yang positif. Demikian pula aksi – aksi kemanusiaan ini dapat menjadi stimulus untuk mendorong penggalangan dana bagi PMI,” tutur Yuli Hastuti yang juga menjkabat sebagai wakil Bupati.

Yuli Hastuti juga berjanji  akan berusaha untuk menjalankan amanah sesuai dengan rencana strategis yang telah digariskan oleh PMI Pusat yang dituangkan dalam Musyawarah Kerja setiap tahun dengan disesuaikan kondisi , situasi, sarana dan prasarana yang kita miliki. Kami menyadari tugas tugas PMI kedepan semakin berat dan kompleks, untuk itu kami mohon dukungan dan kerjasama dari semua lapisan baik Pemerintah, maupun masyrakat. “Kami memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada pengurus PMI Kabupaten Purworejo masa bhakti 2011-2016 yang telah bekerja keras sehingga PMI tetap eksis di mata masyarakat dan menorehkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Kami berharap kepada pengurus lama tetap menjalin tali silahturami dan berkesinambungan dalam membesarkan organisasi PMI,” harapnya.