JOLENAN KEMBALI DIGELAR DI DESA SOMONGARI

Senin, 30 Oktober 2017 | 12:36:53

Desa Wisata Somongari Kecamatan Kaligesing akan kembali menggelar tradisi Jolenan, Selasa (31/10) di halaman Pesarean Eyang Kedhono – Kedhini dan balai Desa Somongari. Tradisi Jolenan sudah berlangsung sejak turun temurun, konon sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Prosesi Jolenan hampir sama seperti perayaan Sekaten di Keraton Yogyakarta, yaitu dengan mengarak Jolen yang terbuat dari bambu berbentuk piramida. Di dalamnya terdapat aneka makanan  seperti tumpeng, ambeng, sayuran, tempe bacem, dan ayam panggang untuk kenduri bersama. Setelah jolen di arak dalam karnaval, bagian luarnya berupa aneka gorengan seperti ledre, rengginang, gebleg diperebutkan pengunjung.

Menurut  Hary selaku Wakil Ketua Panitia Merti Desa Somongari, Tahun 2016 lalu Jolenan Somongari ditetapkan menjadi salah satu dari 150 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dijelaskan bahwa rangkaian acara Festival Jolenan Somongari 2017 dimulai dari prosesi upacara pembukaan, Kirab Jolen dan Karnaval Budaya, Kenduri Budaya dan diakhiri dengan Pentas Tayub hingga pukul 02.00 dini hari.

Hary juga menambahkan bahwa acara ini selalu dipadati lebih dari 4.000 pengunjung  tidak hanya dari daerah Purworejo saja bahkan luar daerah dari kota- kota sekitar mulai Magelang, Kebumen, Yogyakarta dan sekitarnya. “Bahkan pada tahun 2015 ada tamu dari Malaysia yang turt hadir menyaksikan acara tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkan, bagi pengunjung dari luar daerah bisa memanfaatkan Homestay untuk menginap agar dapat menikmati acara Jolenan secara keseluruhan mulai dari pra acara hingga acara berlangsung. Fasilitas yang diberikan berupa welcome drink, makan pagi, makan siang, makan malam dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan acara.