KAMPANYE 16 HARI TANPA KEKERASAN

Senin, 7 Desember 2015 | 15:00:30

Kaum perempuan dari berbagai organisasi wanita di Kabupaten Purworejo, melakukan kampanye 16 hari tanpa kekerasan terhadap anak dan perempuan. Bentuknya, dengan membagikan bunga di jalan-jalan protokol di kota Purworejo, Jum’at (4/12).Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan HUT ke 16 DWP dan HUT ke 87 Hari Ibu tersebut, dipimpin Ketua DWP Kabupaten Purworejo Ny Sri Yuni Astuti Tri Handoyo. Selain itu dihadiri pula Kabid P3A BKBPM Kenik Pujiningsih SH MM, Ketua Panitia Hari Ibu Ny Endang Trijoko Pranoto, Ketua Persit, Ketua Bhayangkari, didampingi sejumlah pengurus dan panitia.

Dikatakan Ny Sri Yuni Astuti bahwa pembagian bunga sebagai simbol kasih sayang dan cinta damai. Dalam setiap satu tangkai bunga juga disertakan kertas yang bertuliskan stop terhadap bentuk-bentuk kekerasan. Jugs ajakan untuk menyayangi dan mencintai anak dan perempuan. “Melalui kampanye ini, diharapkan semua anak dan perempuan di Purworejo mendapat perlindungan seperti yang diamanahkan dalam Undang-Undang,” harapnya.

Kenik Pujiningsih mengatakan, di Kabupaten Purworejo kasus kekerasan sampai dengan Desember 2015 sekitar 60 kasus. Jumlah terbanyak kasus kekerasan terhadap anak, dengan rata-rata kasus asusila. “Anak-anak yang mengalami kekerasan akan menjadi pemarah, pendiam, dan tidak berkembang baik,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya pencegahan kasus kekerasan terhadap anak melalui sosialisasi kepada guru BP, Kepala UPTD Dindikbudpora, tokoh masyarakat, dan organisasi perempuan. Disamping itu juga dilakukan pembinaan kepada warnet yang tidak sesuai dengan perbup. Anak juga dilibatkan dalam musrenbang, serta pembentukan Forum Komunikasi Anak Purworejo (Forkare) sampai ke tingkat desa secara bertahap. Termasuk pembentukan komunikasi teman sebaya di sekolah dan PIK R, untuk menyampaikan permasalahan dan solusinya.

Selain upaya-upaya tersebut, kepedulian masyarakat sangat penting dalam mencegah kasus kekerasan. Artinya ketika masyarakat mengetahui, mendengar, melihat terjadi tindakan kekerasan dilingkungannya, agar menegur untuk menghentikannya. “Jika tidak berani, agar melaporkan kepada aparat keamanan, sehingga tindak kekerasan dapat dicegah. Jangan malah membiarkan,” tandasnya.

Sementara itu Ny Endang Tri Joko Parnoto mengatakan, pembagian bunga sasarannya kaum pria. Karena berdasarkan survey, pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan itu, dilakukan kaum pria. “Harapannya agar segala bentuk kekerasan dapat dihentikan,” katanya.

Selain pembagian bunga tersebut, juga dilakukan pemotongan tumpeng, senam bersama yang dipimpin Ny Wahyu Jaka, serta out bound yang dipimpin Ny Elly Pram Prasetyo dan Ny Titik Mintarsih, di halaman pendopo kabupaten.