MASA RAMADHAN BAPAK BUPATI TARLING KE KECAMATAN

Sabtu, 4 Juli 2015 | 13:41:04

Hari kesepuluh tarawih silaturohim Bupati Purworejo dan rombongan dilaksanakan di Masjid Al Maqomul Mahmud, Kecamatan Loano. Sebelum kultum oleh Qhotadak dari KUA Kecamatan Loano, diserahkan santunan kepada 10 anak yatim piatu dan 5 kaum duafa oleh Bupati Purworejo. Dalam kultumnya, dikatakan bahwa ada 2 kebahagiaan orang yang berpuasa. “Kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu Rabbnya”, jelasnya.

 

Qhotadak menerangkan 4 mutiara yang ada dalam diri manusia yang dapat hilang karena 4 hal. Mutiara yang Pertama adalah akal yang hilang karena marah. Dengan akal manusia akan berpikir akan kebesaran Allah SWT. Namun ketika marah-marah manusia akan dikuasai oleh setan, sehingga akan hilang akalnya. Kedua adalah  agama yang hilang dengan hasad.  Karena hasad akan menghilangkan kebaikan yang diajarkan oleh agama. Sebagaimana hadist HR.Abu Dawud bahwa hasad akan memakan kebaikan, sebagaiaman api melalap kayu bakar

Mutiara Ketiga, malu yang hilang karena tamak. Apabila hilang rasa malu akan tumbuh rasa serakah. Sehingga pada akhirnya timbul sikap anti social dan matinya rasa empati. Mutiara terakhir, amal sholih yang hilang karena ghibah.

Oleh karena itu, puasa di bulan ramadhan perlu disikapi oleh seorang muslim sebagai rahmat. “Puasa banyak mendatangkan keberkahan dan manfaat”, pesannya. Salah satunya dengan berpuasa akan menyehatkan. Disamping itu perlu disikapi juga bahwa puasa bukan sebagai beban. “Beratnya menahan lapar dan minum tidak sebanding dengan kebahagiaan puasa”, tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purworejo menyampaikan himbauan dari Polres Purworejo. Masyarakat dihimbau untuk menjaga ketertiban dan keamanan di jalan raya. Disamping itu, masyarakat diharapkan untuk meninggalkan rumah dalam kondisi aman. “Pastikan rumah terkunci dan matikan kompor saat meninggalkan rumah”, pesan Bupati.

Lebih lanjut dijelaskan tentang empat program pembangunan oleh Pemerintah Daerah. Pembangunan yang pertama yaitu pembangunan pendidikan. Pembangunan pendidikan dalam arti pembangunan yang tidak hanya menitikberatakan sarana prasana, namun juga kualitas anak didik. Pembangunan pendidikan mampu menghasilkan anak didik yang jujur, pintar, dan professional.

Program pembangunan kedua adalah pembangunan infrastruktur. Untuk infrastruktur jalan ada 4 kriteria jalan yaitu jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa.

Selanjutnya pembangunan ketiga berupa pembangunan  kesehatan. Salah satu upaya melalui pengadaan alat kesehatan yang berkualitas dan pengadaan tenaga kesehatan yang memadai.

Sektor pembangunan yang keempat adalah pertanian dalam arti luas. Meliputi perikanan, peternakan, kehutanan dan perkebunan. “Hal ini sejalan dengan konsep yang dicanangkan oleh Pemda yaitu Agribisnis”, jelas Mahsun Zain.