NURLINA BIDAN TELADAN JAWA TENGAH

Sabtu, 20 Agustus 2016 | 12:44:09

Nurlina Sri Andalis AM.Keb seorang Bidan Desa Wunut yang bertugas di Puskesmas Ngombol mencetak prestasi sebagai Bidan Teladan I Provinsi Jawa Tengah. Prestasi yang disandang berkat gagasannya mempelopori Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Inklusi yakni PAUD untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Hingga akhirnya membawanya ke puncak nasional untuk menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 71, di Istana Negara Jakarta.

Nurlina dinilai masuk dalam kriteria inovasi,  dan bisa berperan dalam pemberdayaan masyarakat menuju hidup sehat. Bahkan sampai saat ini, PAUD Inklusi tersebut merupakan satu-satunya yang ada di Purworejo. Dengan jumlah 20 anak, dan yang berkebutuhan khusus terdapat 7 anak. Anak-anak ini tidak hanya berasal dari Kecamatan Ngombol saja, namun ada juga beberapa kecamatan sekitar yakni dari Kecamatan Grabag, Purwodadi dan Bayan.

Berawal dari keprihatinan Nurlina melihat anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak mendapat perhatian yang layak. Tepatnya pada 2011 silam, berdasar data anak usia 0-6 tahun di kecamatan Ngombol terdapat 1879 jiwa. Dari data terdapat 19 anak berkebutuhan khusus, dan beberapa diantaranya memiliki latar belakang keluarga kurang mampu serta masih berpandangan bahwa pendidikan dini tidaklah penting. “Maka saya niatkan diri mencari solusi dengan membangun PAUD yang diberi nama PAUD Cinta Kasih Amalia,” ujar Nurlina yang lahir pada 48 tahun lalu.

Dalam menjalankan kegiatan PAUD, tidak sendirian tetapi dibantu kader-kader Posyandu yang sangat mendukung. Bahkan karena keikhlasan menjadi tenaga sukarela, para kader di PAUD setiap bulannya hanya menerima honor Rp 50 ribu. “Pada waktu itu terdapat kendala, yakni keterbatasan dana operasional dan fasilitas pembelajaran. Namun berbekal semangat dan tekad yang kuat, rintangan tersebut dapat diatasi meski juga masih belum sepenuhnya tercukupi,” paparnya.

Nurlina mengaku, selama ini dalam pelaksanaan pembelajaran hanya mengandalkan peralatan edukasi seadanya serta memanfaatkan peralatan sederhana yang ada dilingkungan. Tentunya masih sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, dengan harapan anak-anak dapat tumbuh kembang dengan baik melalui pembelajaran dan bermain di PAUD. Untuk mensiasati dalam mencukupi kebutuhan operasional, kami bersama kader-kader Posyandu menggalakkan sedekah sampah. Sampah-sampah an organik dari warga diminta untuk menambah biaya operasional. “Sedangkan biaya sekolah di PAUD ini, kami hanya menyediakan kotak infaq seikhlasnya bagi wali murid yang akan berinfaq,” tuturnya.

Disamping itu Nurlina juga memiliki pengalaman pribadi, sehingga tergerak untuk mendirikan PAUD. Yakni anak ketiganya juga berkebutuhan khusus kategori down syndrome. “Saya merasa masyarakat memandang berbeda terhadap anak saya. Kalau saya ikut memandang berbeda, lantas siapa yang akan menguatkan anak yang berkebutuhan khusus. Anak seperti ini tidak salah, maka harus mendapat perlakuan yang adil. Karena anak yang berkebutuhan khusus juga amanah Allah, yang harus disayangi, dididik, dan diarahkan menjadi mandiri,” katanya.

Nurlita sangat menyayangkan, masih banyak orangtua yang berusaha menyembunyikan anak-anaknya yang berkebutuhan khusus untuk belajar. “Anak-anak seperti itu memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak sejak usia dini. Saya optimis anak-anak akan mampu menjadi anak yang mandiri hingga dewasa kelak. Tentu dengan bimbingan yang benar. Bbukan malah dibiarkan atau ditutupi,” ujar Nurlita.

Sebelum keberangkatannya ke Jakarta, Nurlina Sri Andalis berpamitan dengan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM yang didampingi Kepala Dinkes dr.Kuswantoro M.Kes, dan Kepala Puskesmas Ngombol dr.Utomo Budi Santoso di ruang kerja Bupati.

Bupati mengaku bangga dengan torehan prestasi yang membawa nama harusm Kabupaten Purworejo. “Saya harap tidak hanya sebatas di Desa Wunut Ngombol, namun bisa menjadi motivasi bidan-bidan di desa lain maupun kecamatan lain di wilayah Kabupaten Purworejo untuk berinovasi berkreatif yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Bersemangatlah dan galilah potensi yang ada sesuai dengan bidangnya masing-masing, sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan untuk kemajuan Kabupaten Purworejo,” tandas Bupati.