PANTAU HARGA KEBUTUHAN POKOK BUPATI PURWOREJO LAKUKAN SIDAK

Jumat, 3 Juni 2016 | 10:02:25

Bupati Purworejo, Agus Bastian SE MM dan Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti SH, bersama FKPD melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga lokasi pasar baik di Purworejo maupun di Kutoarjo, Selasa (31/5). Tiga pasar yang dikunjungi yakni Pasar Pagi Suronegaran, pasar beras teteg Kutoarjo dan Pasar Induk Kutoarjo. Sidak yang dilakukan Pemkab Purworejo itu, dilakukan guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang datangnya bulan Ramadhan.

“Kita melihat harga-harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. Tapi ternyata menjelang Ramadhan yang masih seminggu lagi, harga kebutuhan pokok saat ini masih normal. Tetapi mendekati puasa nanti mungkin barangkali juga akan mengalami kenaikan. Mudah-mudahan saja kenaikannya tidak terlalu signifikan,” kata Bupati sesaat setelah selesai melakukan sidak.

Bupati menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga di pasaran dan akan selalu mengontrol harga agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Menurutnya, beberapa komoditi seperti beras dan minyak masih bisa dijaga kestabilannya. Tetapi komoditi seperti cabai sulit untuk dikendalikan, karena menganut harga pasar.

“Harapannya agar harga kebutuhan pokok ini tetap terjangkau masyarakat. Kalau bicara stabil, saya kira menghadapi puasa dan lebaran pasti akan terjadi lonjakan harga. Kami akan terus pantau, baik secara terlihat maupun tidak terlihat. Kalau terlihat ya seperti sidak kali ini. Untuk yang tak terlihat akan dilakukan dengan khusus secara diam-diam,” tuturnya.

Terkait fenomena banyaknya pedagang beras yang menggunakan kemasan merk terkenal untuk menjual beras lokal, Bupati menanggapi, pihaknya saat ini gencar melakukan sosialiasi kepada masyarakat, agar bangga terhadap produk beras asal Purworejo. Menurutnya, para pedagang menggunakan kemasan dengan merk terkenal karena berharap harganya akan naik.

“Para pedagang menggunakan kemasan dengan merk terkenal karena berharap harganya akan naik. Bukan berarti Purworejo tidak mengahsilkan beras yang berkualitas, saya kira beras Purworejo cukup banyak yang berkualitas. Hanya tinggal mensingkronkan antara Bulog dengan para pedagang, supaya pedagang dan petani juga dilindungi. Kita sedang mensosialisasikan kepada masyarakat, agar bangga terhadap produk Purworejo. Paling tidak Purworejo ini, dimata luar Purworejo adalah betul-betul sebagai daerah penghasil beras,” tuturnya.

Bupati juga sempat menanggapi masalah pedagang Pasar Kutoarjo yang mengeluhkan kondisi pasar yang sepi pengunjung. Ia menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penataan pasar Kutoarjo. ”Pasti akan kita lakukan penataan pasar, sementara ini kita sedang fokus masalah pasar Baledono. Dalam waktu dekat, setelah pasar Baledono selesai kita akan tata kembali. Ini kan kotor sekali, perlu dilakukan pemeliharaan pasar seperti dicat. Juga perlu diatur kembali para pedagang yang dibawah, yang merugikan pihak-pihak yang lain, mudah-mudahan tidak ada lagi,” tandasnya.