PELATIHAN MEMBUAT KUE MENJELANG LEBARAN

Selasa, 9 Mei 2017 | 13:04:53

Menjelang bulan puasa Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, biasanya permintaan pasar berbagai kebutuhan meningkat. Termasuk juga aneka jenis kue kering maupun snack ringan menjadi buruan para pembeli. Untuk menangkap peluang itu, TP PKK Kabupaten Pokja I mengadakan pelatihan pembuatan berbagai macam kue kering dan snack ringan yang diikuti remaja produktif lulus sekolah, yang berlangsung di aula PKK kabupaten.

Seperti dikatakan Wakil Ketua TP PKK kabupaten Ny Sri Yuni Astuti Tri Handoyo, pelatihan pembuatan kue menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan semangat bagi remaja produktif. Tentu dapat membantu mengembangkan diri dalam berwirausaha dimulai dari kecil dulu seperti usaha kue yang bekerjasama dengan UMKM atau toko terdekat. “Saat-saat ini dengan akan datangnya bulan puasa dan Lebaran, sangat tepat untuk berpromosi usaha kue,” ujarnya.

Menurut Ny Sri Yuni, PKK ambil peran dalam ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui hal-hal yang sederhana dengan pelatihan pembuatan kue. Selain sebagai motivasi bagi tmbuh kembangnya jiwa dan semangat kewirausahaan, juga diharapkan akan membangkitkan sikap kemandirian. “Bisa mengubah pelaksana menjadi pemrakrasa dari posisi pekerja menjadi pengusaha,” harapnya.

Pelatihan ini lanjut Ny Sri Yuni, juga merupakan salah satu upaya mengatasi pengangguran. Kendati usaha kecil, namun jika ditangani secara sungguh-sungguh akan memperoleh pendapatan yang bagus. Maka pentingnya motivasi diri dan semangat lebih. “Sehingga punya keberanian memulai usaha positif. Dalam ilmu kewirausahaan, modal bukanlah uang semata-mata. Tapi justru motivasi diri dan semangat lebih yang akan mampu menggerakkan pikiran dan tenaga untuk berbuat,” tandasnya.

Sementara itu Ketua panitia Ny.Hartiti Soekoso yang diwakili Soeparno SPd mengatakan peserta pelatihan berjumlah 34 orang dari perwakilan 16 kecamatan serta desa P2MBG, Peserta diutamakan remaja produktif lulusan sekolah yang masih menganggur. Juga remaja yang sudah bekerja, namun berpeluang untuk usaha mandiri. Tujuan pelatihan meningkatkan pemahaman remaja akan pentingnya jiwa kewirausahaan untuk mewujudkan kemandirian. Teriring harapan pelatihan dapat ditindak lanjuti dengan mempraktekkan sendiri, sehingga pelatihan ada hasilnya bukan sebaliknya.

Neneng Suparwati SPd selaku narasumber mengisi pelatihan dengan teori dan praktek. Pembuatan kuenya dengan melalui proses diopen, dipanggang, kue digoreng, dan kue dikukus. Masing-masing kuenya berupa kue nastar berbagai bentuk, bolu, brownis coklat, pastel goreng, bolu tape dll. “Pembuatan kue ini tidak terlalu rumit, yang terpenting pencampuran bahan baku seperti terigu, gula, mentega, telur, dan bumbu pelengkapnya dengan takaran yang sesuai juga pengadukan bahan yang merata. Isyaallah pasti jadi, terbukti peserta yang praktek hasil kue buatannya sendiri bagus semua,” jelas Neneng yang juga didampingi narasumber Ny Widyo Prayitno.