PERTUKARAN PELAJAR SMA PURWOREJO DENGAN SISWA SMA NEGARA MALAYSIA

Sabtu, 12 Desember 2015 | 12:40:08

SMA Negeri 6 Purworejo kembali mengirim siswanya untuk mengikuti program belajar di Malaysia. Untuk tahun ini, ada dua siswa yang dikirim yaitu Aulia Rahmawati yang duduk di kelas X dan Pitan Wirayugatama siswa kelas XI.

Aulia Rahmawati merasa mendapatkan tambahan ilmu yang luar biasa dari pembelajaran di Malaysia. Ia merasa, pengalaman yang diperoleh bisa menjadi bahan pemikiran kedepan lebih kreatif dalam pembelajaran segala hal.

Dikisahkan, program belajarnya meliputi pembelajaran akademi di kelas dengan teori, dialog dan diskusi. Ditambah pembelajaran diluar kelas berupa pengenalan kesenian tradisional, makanan tradisional, juga tradisi budaya yang dimiliki masyarakat Malaysia. Termasuk berkunjung di perkantoran-perkantoran pemerintah di Putera Jaya, tempat wisata, pasar seni, dan menara Petronas.

Selain itu, juga belajar mengenal kehidupan sehari-hari di Malaysia, dari aktifitas hingga tradisi masyarakat Malaysia. Namun salah satu yang paling berkesan, ternyata di radio Malaysia sering diputar musik-musik Indonesia. “Tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan, bahkan kami ingin suatu ketika nanti bisa kembali lagi ke Malaysia. Ilmu yang kami dapatkan, juga kami tularkan kepada teman-teman sekolah di Purworejo.

Karena teman-teman sangat ingin tahu tentang pembelajaran di Malaysia,” ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Pitan Wirayugatama yang juga sharing ke teman-temannya tentang Malaysia. Hal itu untuk dapat menambah semangat dalam belajar dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. “Karena bukan tidak mungkin suatu ketika nanti akan berinteraksi dengan luar negeri,” katanya.

Kepala SMAN 6 Purworejo Nur Azis MPd mengatakan, pelaksanaan kerjasama dengan Malaysia sudah berjalan dua tahun. Program belajar itu merupakan implementasi visi SMAN 6 Purworejo untuk mewujudkan pendidikan yang berwawasan global melalui program school partnership. Implementasi program school partnership, selain melakukan pembelajaran antar sekolah di dalam negeri juga antar sekolah dengan luar negeri.

Nur Aziz menjelaskan, program belajar tersebut sebagai upaya membangun jejaring dengan Negara lain. Apalagi sekarang harus menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Maka harus dimulai sejak awal membangun jejaring, untuk mempersiapkan generasi yang mampu berkompetisi dengan Negara lain.

“Kedepan kami akan mengembangkan kerjasama dengan Philipina, Thailand, Singapura, Vietnam, dan lainnya yang masuk dalam Negara ASEAN. Namun masih terkendala penggunaan bahasa Inggris, sehingga akan diperkuat dulu pembiasaan berbahasa Inggris di sekolah,” tandasnya.

Dikatakan Nur Aziz, dengan membangun jejaring Negara lain, harapannya 10 tahun yang akan datang para pemimpin, pengusaha, dan pejabat, sudah mempunyai jaringan dengan luar negeri. Sehingga kepemimpinan dalam membangun bisnis sudah mudah, karena telah dirintis sejak awal.  “Jadi ini merupakan investasi jangka panjang,” ujarnya.