PURWOREJO TUAN RUMAH GEBYAR PAUD SE JATENG

Senin, 1 Juni 2015 | 09:51:47

Kabupaten Purworejo menjadi tuan rumah ajang kegiatan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang diikuti 35 kabupaten se Provinsi Jawa Tengah.  Gebyar PAUD dibuka Bunda PAUD Jawa Tengah, yang diwakili DR Rini Budihastiti Sri Puryono, dilaksanakan di alun-alun Purworejo, Kamis (28/5). 
Hadir pula Direktur Pembinaan PAUD Ditjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mansur Simamora, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng  Drs Kartono MPd,  Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, Sekda Purworejo Drs Tri Handoyo MM, Bunda PAUD Purworejo Yaminah Suhar SH, Bunda PAUD kabupaten/kota se Jateng, dan dinas instansi terkait.

 

Dalam pembukaan Gebyar PAUD tersebut, ada yang berbeda dengan biasanya karena acara seremonial menggunakan bahasa Jawa. Hal ini mengacu pada surat keputusan Gubernur Jawa Tengah tentang penggunaan bahasa Jawa setiap hari Kamis. Sehingga pelaksanaan upacara pembukaan hingga akhir menggunakan bahasa jawa, kecuali dari Kemdikbud Jakarta.

Bunda PAUD Jawa Tengah Atiqoh  Ganjar Pranowo dalam sambutan yang dibacakan DR Rini Budihastiti Sri Puryono meminta para pendidik PAUD agar professional dan memiliki kompetensi yang bisa diunggulkan. Agar anak usia dini dapat tumbuh berkembang secara optimal menjadi anak yang berkepribadian baik, maka dibutuhkan stimulasi pendidikan yang benar dan terarah.  “Kejawi saking punika ugi kedah pun cekapi kabetahan gizi, kesehatan, pendidikan, lan pengayomanipun,” tuturnya.

Menurutnya, pembangunan pendidikan bertuuan untuk menghasilkan generasi bangsa yang cerdas dan kompetitif melalui peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan relevansi, kesetaraan dan pemenuhan pelayanan pendidikan. Seperti yang tertuang dalam rencana strategis Kemdikbud tentang kebijakan pengembangan dan pembangunan PAUD antara lain mengoptimalisasi program PAUD melalui pengadaan PAUD holistik, integratif dan bermutu yang dapat menjadikan kecerdasan anak dengan wawasan lebih luas..

Dia berharap melalui gebyar PAUD, dapat mewujudkan tonggak sejarah dan awal kesiapan SDM dengan program PAUD yang didalamnya mewujudkan generasi emas sebagai kado 100 tahun kemerdekaan RI yang akan datang yakni di tahun 2045.  “Gebyar PAUD pinika minangka wujud panjurung kan pangalembana dhumateng sadaya komponen, sae pamarentah pusat, provinsi, dan penda sarta masyarakat ingkang sampun nderek nyengkuyung tumraping pambangunan PAUD,”tandasnya.

Sementara itu  Direktur Pembinaan PAUD Ditjen PAUDNI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mansur Simamora mengungkapkan, berdasar data terakhir menunjukkan jumlah usia 3-6 tahun sebanyak 2,2 lebih. Dari jumlah itu, yang telah terlayani sebanyak 1,5 juta lebih atau 68 persen, dengan jumlah lembaga PAUD sebanyak 26.859. “Namun masih perlu mendapat perhatian kita semua bahwa di Jateng masih terdapat sebanyak 326 desa yang belum ada lembaga PAUD dari total desa sebanyak 8580 desa,” paparnya.

Sedangkan yang mendapat apresiasi untuk angka partisipasi kasar (APK) tertinggi atau kesadaran orang tua untuk mendukung PAUD, diantaranya  Kabupaten Banyumas 99,41 persen, Kota Semarang 99,27 persen, Kabupaten Magelang 99,10 persen. Selanjutnya untuk kab/kota yang sudah tuntas satu desa satu PAUD adalah Kabupaten Banyumas, Boyoli, Demak, Kudus, Kota Tegal, Pekalongan, Kota Magelang, Surakarta dan Kota Salatiga.

Disamping keberhasilan tersebut, lanjut Mansur Simamora, ada yang perlu mendapat dukungan dan dorongan untuk meningkatkan APK yang masih rendah seperti Kota Magelang 36.60 persen, Kota Tegal 41.23 persen, Kabupaten Banjarnegara 45.61 persen, Wonogiri 45.43 persen. Kemudian Kabupaten yang jumlah desa terbanyak yang belum ada lembaga PAUD  diantaranya Kabupaten Purworejo sebanyak 65 desa dari total 495 desa, Kabupaten Magelang sebanyak 61 desa dari total 372 desa. “Semua ini membutuhkan kerjasama semua pihak, dengan harapan keberadaan Lembaga PAUD dapat merata dan program PAUD sampai ke tingkat desa,”jelasnya.

Bupati Purworejo Drs Mahsun Zain MAg mengatakan bahwa anak merupakan anugerah Tuhan yang tidak bisa dinilai harganya. Oleh karena itu,  sejak lahir sudah harus mendapat  pengasuhan, perlindungan dan pendidikan sesuai usianya. “Minangka tiyang sepuh, kita sampun sakmestinipun nggulawentah lare kanthi sak sae-saenipun, amargi tiyang sepuh lan keluarga mujudaken pendidik pertama ingkang nemtokaken sae utawi awonipun kapribaden lare,” katanya.

Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul menurut Bupati, harus dimulai sejak anak usia dini, sebab masa usia dini merupakan masa keemasan (golden age). “Pramila ingkang utami lan prayogi, tiyang sepuh kedahipun mboten nglirwaaken masa keemasan punika, supados kita mboten kecalan generasi ingkang mumpuni,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Drs Kartono MPd mengatakan tema dalam gebyar PAUD ini “Melalui gebyar PAUD, kita wujudkan gerakan PAUD berkualitas”.  Gebyar PAUD diikuti 2085 anak yang terdiri 1.085 anak dari kontingen 35 kab/kota, dan 1000 anak usia dini dari 16 lembaga PAUD kecamatan se Kabupaten Purworejo.

Sedangkan yang dilombakan terdiri 12 materi, yaitu mendongeng, gerak dan lagu, bercerita dengan gambar, gerak dan kkreatifitas, menyanyi kagu wajib, finger painting, meronce, lari menancapkan bendera, lari memindahkan bola sesuai warna, memindahkan air, mencap dengan tangan, dan main lego. (Humas-Asp)