RENCANA RELOKASI KORBAN TANAH LONGSOR

Sabtu, 13 Februari 2016 | 11:14:15

Rumah tertimpa tanah longsor di Desa Penungkulan Kecamatan Gebang, akan direlokasi untuk dapat menjadi rumah yang layak dihuni. Relokasinya akan melibatkan instansi terkait, aparat pemerintahan desa dan masyarakat, dalam menentukan lokasi yang aman. Harapannya warga yang tertimpa musibah, dapat meneruskan kehidupannya untuk beraktivitas dengan menempati rumah yang layak.

Hal itu disampaikan Bupati Purworejo Terpilih H Agus Bastian SE MM yang akan dilantik pada 17 Pebruari mendatang, ketika melakukan kunjungan di lokasi bencana tanah longsor Desa Penungkulan Kecamatan Gebang pada Rabu (10/2). Agus Bastian yang didampingi istri Fatimah Verena Prihastyari SE, datang dengan menggunakan mobil pribadi dari Yogyakarta, yang langsung diterima Kepala Desa Penungkulan Anang Sugiarto.

Untuk mencapai lokasi Agus Bastian beserta istri harus berganti kendaraan roda dua dengan membonceng warga setempat.  Dalam kesempatan yang sama, juga ada kunjungan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo Ny Sri Yuni Astuti Tri Handoyo, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Ny Marhaeni Setyarso Widodo, dan sejumlah pengurus DWP dan PKK.

Dalam kunjungannya Agus Bastian melakukan dialog langsung dengan Kades dan warga korban bencana. Antara lain tentang penanganan korban paska bencana, logistik dapur umum, pembersihan akses jalan, dan lainnya. Termasuk ucapan belasungkawa yang mendalam atas timbulnya korban jiwa dan menenangkan korban bencana yang hidup untuk melanjutkan kehidupannya.

“Saya mohon maaf karena pada saat kejadian bencana, saya berada di Bintan untuk mneyelesaikan urusan pekerjaan. Namun saya langsung meminta tim saya untuk ke lokasi bencana, dan selalu saya pantau melalui telepon dan berita di televisi. Alhamdulilah Bapak Pj Bupati telah segera mengambil tindakan penanganan sehingga korban bencana dapat segera tertangani,” ujarnya.

Dikatakan Agus Bastian, rencana kedepan jika sudah dilantik akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan aparat desa untuk merelokasi rumah warga terutama yang rumahnya mengalami kerusakan parah. Dengan catatan tidak membangun rumah dilokasi semula, karena selain tidak aman, kondisi tanahnya merupakan tanah bergerak sehingga dikawatirkan akan membahayakan.

Selain itu, kedepan akan dilakukan pemetaan daerah rawan bencana di wilayah Kabupaten Purworejo. Tujuannya untuk melakukan antisipasi bencana jika pada musim hujan tiba. “Tentu tidak berharap terjadi bencana, namun mengingat Purworejo merupakan daerah rawan bencana, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menekan korban,” tutur Agus Bastian.

Menurutnya, upaya yang akan dilakukan dengan penyuluhan memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan alam sekitar seperti menanam pohon besar untuk serapan air dan menahan longsor, juga kepada Ketua RT, RW, Kades agar mengingatkan warga yang akan membangun rumah dilokasi yang aman dari bahaya bencana banjir dan tanah longsor. “Paling tidak dimulai dari hal-hal yang kecil seperti itu, masyarakat dapat terhindar dari bencana banjir dan longsor,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Agus Bastian beserta istri secara pribadi memberikan santunan berupa uang kepada keluarga korban yakni Supriyadi,  Rahman,  Ngadino,  Darda’I, dan juga bantuan untuk keperluan dapur umum yang diberikan kepada aparat desa. “Saya memberikan bantuan sedikit untuk meringankan keluarga korban. Sedangkan yang atas nama pemerintah, nanti setelah saya dilantik baru akan berkoordinasi bentuk bantuannya,” tandas Agus.