SMKN 1 PURWOREJO MENCIPTAKAN MESIN PENGOLAH GULA SEMUT

Kamis, 2 Februari 2017 | 15:08:41

Melihat potensi gula kelapa di Kabupaten Purworejo yang melimpah, menjadi acuan SMKN 1 Purworejo untuk berinovasi memproduksi mesin pengolah gula semut. Produksi mesin itu telah diujicobakan dengan hasil yang memuaskan. Selain efektif juga biaya operasionalnya irit. Bahkan hasil olahan gula semut menjadi butiran-butiran halus merata, tanpa ada gula yang kasar. “Dengan mesin ini, sangat membantu perajin gula semut dalam melakukan pengolahan menjadi lebih cepat dengan hasil gula yang berkualitas,” jelas Kepala Sekolah SMKN 1 Purworejo Budiyono SPd MPd, pada kegiatan praktek operasional mesin pengolah gula semut di SMKN 1 Purworejo hari ini Jum’at (27/1).

Budiyono melihat pembuatan gula semut di masyarakat masih secara manual dengan tenaga manusia, sehingga perlu dilakukan alat dengan sentuhan tehnologi. Sehingga dibuat mesin pengolah gula semut ini untuk lebih memudahkan perajin gula dalam meningkatkan produksinya.

Mesin tersebut tidak hanya telah digunakan perajin gula semut di Purworejo, namun juga telah digunakan perajin gula semut di Blitar Jawa Timur. Dari Blitar tertarik datang ke SMKN 1 Purworejo untuk melihat secara langsung dan cocok lalu pesan satu unit mesin. “Harapannya masyarakat Purworejo terutama perajin gula semut dapat menggunakan mesin ini, sehingga produksi gula semut dapat lebih cepat, efisien dan berkulaitas. Apalagi mesin ini merupakan hasil karya Purworejo,”  harap Budiyono.

Disamping memproduksi mesin pengolah gula semut dari gu;a kelapa, SMKN 1 juga akan mengembangkan produksi pada gula semut dari aren yang telah didaftarkan legalitas makanan sehat pada Dinas Kesehatan dengan label PIRT. Nantinya pada kemasan gula semut akan diberi nama Guseka yang merupakan kepanjangan gula Semut SMKN 1 Purworejo. Guseka  ini merupakan kegiatan dalam pembelajaran wirausaha bagi siswa. “Guseka mengutamakan kualitas dan kandungan kesehatan serta higienis tanpa bahan kimia,” tandas Budiyono yang didampingi Humas SMKN 1 Sugeng Wiyono SPd.

Ditambahkan Sugeng Wiyono, mesin pengolah gula semut cara bekerjanya dengan tiga hal pengolahan yakni gula kelapa atau gula merah masuk dalam penggerusan hingga hancur kemudian masuk ke mikser atau pengaduk hingga merata, dan masuk terakhir masuk proses pengayakan. Setelah itu gula semut siap dipacking dan dipasarkan. “Mesin ini menggunakan bahan stainless sesuai dengan standar makanan, sehingga higienis dan steril,” ujarnya.

Dijelaskan, produksi mesin pengolah gula semut dikerjakan siswa-siswa SMKN 1 dengan membutuhkan waktu 1 minggu untuk menyelesaikan setiap 1 unit mesin. “Untuk mengoperasionalkan mesin ini tidak perlu biaya mahal, karena yang dibutuhkan hanya energy listrik 180 watt, gas elpiji 3 kilogram, dan 1 liter bensin.  Akan bisa digunakan sekitar 20 kali proses mengolah gula semut. Mesin ini memang mengolah dari gula kelapa atau gula merah yang sudah jadi, karena kalau dari mulai nira kelapa akan memakan waktu yang sangat lama,” paparnya.