TINGKAT KEHADIRAN PNS MENCAPAI 93 PERSEN

Kamis, 23 Juli 2015 | 13:24:38

Setelah libur Hari Raya Idhul Fitri, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali melakukan aktifitas ditandai dengan apel pagi dihalaman Setda  Purworejo. Apel pagi pukul 07.30 tersebut, langsung dipimpin Sekda Purworejo didampingi seluruh pejabat struktural Setda dan DPPKAD pada Rabu (22/7). Masing-masing bagian menyebutkan jumlah dan nama yang tidak mengikuti apel.

 

Berdasar data rekapitulasi presensi PNS yang dikelola Bagian organisasi dan Aparatur Setda Purworejo, sampai dengan pukul 14.00 WIB data masuk sebanyak 88 unit kerja. Tingkat kehadiran PNS mencapai 93.85 persen. Mereka yang tidak hadir tidak semuanya bolos, melainkan ada yang  cuti 53 orang, sakit 13 orang, ijin 14 orang, dan lain-lain 141 orang. Sedangkan yang tidak hadir tanpa keterangan sebanyak 3 orang, yakni pegawai di Kelurahan Mranti, Dinas Kesehatan dan Satpol PP.

Dalam apel pagi, Sekda Purworejo Drs Tri Handoyo MM berharap semua PNS di Kabupaten Purworejo, agar beraktifitas kembali setelah melalui libur panjang. Untuk awal masuk kerja ini, PNS di semua SKPD yang tidak hadir didata dan dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat, sehingga bisa diketahui secara transparan. “Dari menikmati libur panjang bertemu dengan keluarga dan saling bermaafan, bisa dijadikan semangat untuk memulai aktifitas kembali di instansi masing-masing,” kata Sekda.

Ditambahkan Tri Handoyo, pada awal masuk kerja masih banyak sampah terutama diseputar alun-alun, sehingga diharapkan instansi terkait untuk segera melakukan kebersihan. “Supaya sampah tidak semakin menumpuk dan tidak menimbulkan penyakit, agar tercipta Purworejo yang bersih,” Sekda.

Apel pagi langsung dilanjutkan silaturahmi dan halal bihalal Bupati dengan jajaran Setda dan DPPKAD, di ruang Arahiwang. Hadir Wakil Bupati, Sekda, Asisten Sekda, Staf Ahli, Ketua MUI, sejumlah kepala dinas, dan semua karyawan karyawati Setda. Halal bihalal diawali ikrar oleh Sekda yang mewakili semua PNS se Kabuspten Purworejo dihadapan Bupati dan Wakil Bupati. “Kami mohon maaf lahir dan batin, karena masih banyak kekurangan dan kekhilafan yang tentu kedepan kami akan meningkatkan perilaku dan pribadi yang lebih baik serta memajukan Purworejo untuk lebih baik lagi,”katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg memahami dalam setiap berinteraksi keseharian kadang terjadi gesekan, miskomunikasi, dan suasana tidak harmonis. Maka melalui momentum halal bihalal di Hari Raya Idhul Fitri 1436 Hijriyah ini, sebagai ungkapan untuk saling memaafkan dan saling memperbaiki diri.

Menurutnya, tantangan kedepan semakin berat karena masyarakat semakin kritis, sehingga PNS harus meningkatkan kompetensi masing-masing untuk meningkatkan loyalitas, juga harus memiliki dedikasi yang sangat tinggi. “Dengan demikian, walaupun tantangan berat namun semua akan bisa diatasi. Terbukti bisa berhasil yakni dengan memperoleh WTP 3 kali berturut-turut,”ujarnya.

Sementara itu Ketua MUI KH Abdullah Syarkowi dalam kultumnya, menguraikan tentang pemberian Allah SWT kepada Malaikat berupa akal, hewan berupa syahwat, dan manusia diberi akal dan syahwat. Manusia yang diberi akal dan syahwat untuk dapat mengendalikan syahwatnya. Karena jika tidak bisa mengendalikan syahwatnya maka nilainya lebih rendah dari hewan. “Maka kita sebagai manusia harus mampu berpikir dengan akal yang jernih dan mampu mnegndalikan syahwat, maka nilainya akan lebih tinggi dari malaikat. Untuk itu kita kembali akal yang benar di jalan Allah SWT,” tuturnya.

Pada bagian lain Syarkowi mengatakan, semua manusia dari kalangan apapun dari agama apapun membutuhkan tiga hal antara lain aman, sehat, dan sejahtera. Termasuk akik juga butuh keamanan. Karena dengan terus menerus mengambil akik, juga akan merusak lingkungan. Demikian juga kejadian pembakaran pintu gereja di Grabag, agar dituntaskan dan diusut sesuai hukum yang berlaku. InsyaAllah tidak lama kita bisa mengatasi dan mampu meminimalisir untuk menyelesaikan secara bersama,”harapnya.