UMKM PURWOREJO MANFAATKAN DUNIA ONLINE

Kamis, 19 Januari 2017 | 14:05:35

Maraknya pemasaran secara online juga dimanfaatkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Din KUKMP) Kabupaten Purworejo yang menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI), untuk memfasilitasi pemasaran dan pembelian produk-produk UMKM Purworejo. Pemasarannya melalui situs www.purworejo-mall.com yang dilounching Wakil Bupati Yuli Hastuti SH, pada hari ini Rabu (18/1) di aula Hotel Sanjaya Inn.

Dalam lounching itu, diawali MoU tentang kerjasama peningkatan sektor Usaha Kecil dan Menengah  (UMKM) melalui dukungan pasar online (market place) dan pemanfaatan produk dan jasa perbankan. Penandatanganan dilakukan Kepala Din KUKMP Dra.Suhartini MM dan Pimpinan PT BNI Cabang Purworejo Agus Suyono SSI MM yang disaksikan Kabid Koperasi dan UKM  Dra Titik Mintarsih MPd.

Yuli Hastuti yang membacakan sambutan Bupati mengatakan, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Purworejo, ada dua PR besar yang harus menjadi perhatian kita bersama yakni pengangguran dan kemiskinan. Tingginya angka pengangguran menyebabkan banyaknya jumlah penduduk miskin. Kemiskinan ini juga berdampak luas terhadap akses untuk memperoleh pendidikan dan kesehatan. Karena itu, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan ini harus kita selesaikan bersama dan sinergis antar berbagai pihak terkait.

Dikatakan Yuli Hastuti, salah satu cara mengatasi persoalan tersebut dengan pengembangan dan penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal itu didasari kenyataan bahwa UMKM, merupakan salah satu pilar ekonomi kerakyatan yang berperan penting dalam penyediaan lapangan kerja, sehingga mendukung upaya penurunan jumlah pengangguran dan kemiskinan.

Namun demikian lanjut Yuli, seringkali UMKM dihadapkan pada beberapa persoalan antara lain keterbatasan modal dan pemasaran. Oleh karena itu, kemudahan mengakses permodalan dari perbankan serta pelatihan kewirausahaan dari lembaga perguruan tinggi sangat diperlukan, untuk lebih menumbuhkembangkan UMKM di Kabupaten Purworejo. Upaya tersebut akan semakin lengkap dengan dibuatnya pasar online yang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sebagian pelaku UMKM dalam hal pemasaran produk-produk yang dihasilkan.

Ditambahkan Yuli, banyak sekali potensi produk local di Purworejo teramsuk juga batik. Apalagi dengan adanya bandara internasional di kawasan selatan, harus bisa dijadikan peluang untuk peningkatan ekonomi. “Terutama batik agar menjadi prioritas seperti perlunya membentuk kampung batik di wilayah selatan yakni diwilayah Kecamatan Purwodadi, Grabag, Bagelen dan sekitarnya. Ini supaya menjadi pemikiran kita bersama,” tutur Yuli Hastuti.

Sementara itu Pimpinan jaringan dan pelayanan BNI wilayah Yogyakarta Arief Tri Tjahyono mengatakan, untuk memudahkan pengunjung laman, baik lingkup domestic maupun internasional dalam melakukan transaksi belanja, situs www.purworejo-mall.com ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas e-payment BNI seperti BNI debit Online, BNI SMS payment, BNI VA payment, BNI kartu kredit, dan metode pembayaran BNI lainnya. “ Kerjasama seperti ini antara BNI dengan Pemda sudah 6 Kab/kota. Untuk Kabupaten Purworejo ini lonching yang ke 6 se Indonesia, dan setelah ini Bantul DIY,” jelasnya.

Menurutnya, kerjasama BNI dengan Kabupaten Purworejo merupakan salah satu langkah BNI sebagai “one stop banking solution” bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Selain itu, masih banyak potensi yang masih bisa dikerjasamakan antara BNI dengan Kabupaten Purworejo. Bahkan BNI juga menyediakan smart solution dengan aplikasi smart city untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan public. Smart city tersebut menggunakan system Host to host yang memberikan laporan secara rinci, transparan, akurat sehingga dapat membantu pengelolaaan keuangan daerah. “Adapun pelayanan public yang bisa dilakukan meliputi e-PDAM, e-tax, e-PBB, e-samsat, e-parking,” papar Arief.

Sedangkan secara terpisah Dra.Titik Mintarsih MPd mengatakan, upaya pemasaran dan pembelian selain gebyar bela beli, juga kita cari terobosan secara online ini tujuannya untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas UMKM, serta mengajak untuk mencintai produk Purworejo. Hal ini mendapat respon BNI sehingga dilakukan kerjasama.

Menurut Titik Mintarsih, penjualan dan pembelian produk UMKM ini akan ditangani Griya UMKM yang diketuai Arbaah Mintaraga dan melibatkan akademisi, HIPMI, dan LSM. Griya UMKM akan menangani dalam peningkatan kapabilitas UMKM membantu pengelolaan produk, dan manajemen marketplace. “Untuk UMKM menyediakan barang atau jasa yang berkualitas dan pemenuhan pemesanan tepat waktu. Sedangkan BNI perannya dalam mempersiapkan infrastruktur maket place, system pembayaran, dan solusi financial termasuk pembiayaan UMKM. Untuk produk yang tersedia telah mencapai 52 produk yang siap dipasarkan,” jelasnya.