DOWNLOAD RADIO STREAMING KENANGA FM PURWOREJO : KLIK DISINI

Tentang kami

PERJALANAN SEJARAH

  • Radio Siaran yang didirikan sejak tgl.20 April 1970  merupakan  Radio Siaran yang mengemban misi dakwah   Islam di kawasan Purworejo dan sekitarnya, dengan nama Radio PTDI Purworejo.
  • Pada tahun 1970 dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No.55 yang mengatur tentang keberadaan Radio Siaran, maka Radio PTDI Purworejo yang berlokasi di Jl. Kenanga Purworejo, berubah menjadi sebuah Radio yang juga berfungsi sebagai  Radio Komersial, dengan berbentuk Badan Hukum Perseroan Terbatas ( PT )  dengan nama  PT. Radio Swara Kenanga Citra Indah,  yang kemudian  dikenal sebagai Radio Swara Kenanga  PTDI Purworejo,  bekerja pada jalur frekwensi AM 1278 KHz
  • Kemudian pada tahun 1995 pindah ke frekwensi AM 603 .
  • Pada tahun 1999 terjadi restrukturisasi persahaman dan  reinvestasi.  Sejak saat itu pula  memanfaatkan tehnologi Komputer untuk mendukung Siaran maupun Administrasinya.
  • Merujuk pada perkembangan tehnologi, pada tahun 2002  Radio Swara Kenanga PTDI Purworejo memindahkan jalur frekwensi AM 603 ke frekwensi FM 101.25 MHz.                       
  • Pada bulan Agustus 2004 sesuai dengan KM 15 / 2003 tentang Penataan frekwensi FM ,  Radio Swara Kenanga PTDI Purworejo bergeser ke frekwensi 100.1 MHz. hingga saat ini.
  • Untuk meraih pangsa pendengar yang optimal,  Radio Swara Kenanga PTDI Purworejo mempertajam segmen pendengar nya   dengan format siaran yang berbasis pada : Musik Dhangdhut & Etnik dan tetap relijius Islam.
  • Dengan positioning ‘Jalurnya Musik Dhangdhut Purworejo’ ,
  • Selanjutnya pada akhir tahun 2004 Radio Swara Kenanga FM memperluas segmen pendengarnya dengan membidik pangsa pendengar Usia 15  >  SES menengah kebawah dengan sajian musik anak bangsa & sajian seni budaya yang lebih dominan, dengan positioning  ‘ CITRA SENI BUDAYA BANGSA ’

 

Berita Terbaru

Kabupaten Purworejo dinilai telah sukses dalam menyelenggarakan event Gowes Pesona Nusantara (GPN) etape pesona alam Purworejo, Minggu (2/9) kemarin. Hal itu terlihat dari peserta gowes yang berjumlah tak kurang dari 4.500 orang. Mulai Bupati, Muspida hingga masyarakat turut bertasipasi untuk menyukseskan event yang diselengarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) tersebut.

Hal itu juga tegaskan oleh Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora Teguh Raharjo SPd MM, saat menerima peserta GPN di garis finish Pantai Jatimalang, Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (2/9).

“Purworejo berhasil dalam penyelenggaraan Gowes Pesona Nusantara. Terbukti mulai Bupati, Wakil Bupati, Kapolres dan masyarakat ikut berpartisipasi. Pesertanya hampir 5.000, didukung dengan pertunjukan seni, dan partisipasi masyarakat di sepanjang perjalanan perlu diapresiasi. Hal itu menunjukan bahwa komintem Pemkab Purworejo luar biasa,” tegasnya.

Dikatakan, Gowes Pesona Nusantara sudah dimulai sejak bulan Mei 2017. Dalam perjalanan, membawa tanah dan air dari setiap tempat yang dilalui di seluruh Indonesia dari sabang sampai merauke. Hal itu dimaksudkan karena tanah dan air merupakan harga diri bangsa.

Gowes Pesona Nusantara akan finis di Magelang, pada (9/9) saat peringatan Hari Olahraga Nasional yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo berserta beberapa menteri. Presiden juga akan bersepeda dengan 6.000 peserta dari seluruh nusantara yang akan finis di Gunung Tidar Magelang.

Iklan Baris

LOWONGAN PEKERJAAN


SANDIWARA RADIO SETIAP HARI PUKUL 19.00 WIB


DAPATKAN EMAS ANTAM DI KANTOR POS


Facebook Like